Bismillah…
Duhai
jiwa yang lembut hatinya, tatkala mendengar rintih dan tangis dari sosok miskin
yang telantar, jiwamu gelisah hatimu menjerit. Tatkala melihat televisi tentang
berita besarnya perut dari orang-orang yang tubuhnya kurus kering atau ilmu
kesehatan menamainya busung lapar, kamu menitikkan airmata. Tatkala seorang ibu
kandung dengan sadar membunuh anaknya sendiri karena tak sanggup memberi makan,
kamu menahan sesaknya dada. Bertanya dan bertanya. Kamu protes pada siapa saja.
Kamu salahkan pengusa. Kamu caci maki mereka yang membiarkan semua itu terjadi.
Beruntunglah duhai jiwa yang lembut hatinya. Karena sesungguhnya setiap
airmatamu dicatat malaikat dan akan segera dibawa ke langit menuju Arsy-Nya .
Airmatamu menggetarkan langit dan bumi. Sungguh, aku ingin seperti hatimu yang
begitu- lembut.
Lalu
kenapa pemilik semesta ini membiarkan mereka yang setiap harinya berderai
airmata, yang setiap harinya harus berpura-pura menanakkan batu untuk dimakan,
yang semuanya sia-sia, yang mereka harus pasrah dalam ketidakberdayaan. Inilah
yang dinamai bianglala. Kau tahu bianglala? Bianglala itu nampak indah karena
warnanya yang banyak. Jika warnanya cuma satu, tentu tak akan dinamai
bianglala. Ya, itu rahasia langit yang akan kita ungkap. Ternyata, semesta
sengaja menciptakan segalanya dengan dua sisi, dua jalan. Ada hitam ada putih.
Ada siang ada malam. Ada bulan ada matahari. Ada tangis ada tawa. Ada kaya ada
miskin.Karena itu pula ada surga ada neraka. Jika tidak ada yang miskin, maka
siapakah yang akan disebut kaya. Jika semuanya baik, maka masih bisakah disebut
baik. Ada orang baik karena ada orang jahat. Ada yang cantik karena ada yang
tidak cantik. Begitulah, semua sudah diaturNya.
Karena
itu Tuhan kita Allah swt, menyuruh kita untuk selalu berbagi. Yang kuat
membantu yang lemah, yang kaya berbagi pada yang miskin. Allah menyuruh kita
untuk berbagi. Bahkan sia-sia mereka yang sholat tanpa berbagi. Mereka disebut
orang yang mendustakan agama jika hanya menumpuk-numpuk pahala dan
mengejar-ngejar surga hanya untuk diri sendiri. Allah membenci orang yang
egois.
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan
orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu)
orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan
(menolong dengan) barang berguna”. Al Maa’uun Ayat 1-7,
Duhai
jiwa yang lembut hatinya, kamu pasti geleng-geleng kepala, saat melihat
banyaknya kejahatan yang ada di muka bumi ini. Pemerkosaan, perampokan,
penebangan hutan, korupsi, dan lain-lain, dan lain-lain. Lagi dan lagi kamu
tiada henti protes. Kenapa? Kenapa kejahatan tak pernah berakhir. Ya, mungkin
takkan pernah berakhir. Tapi bersyukurlah karena semua itu menjadi tambahan
pahala untukmu yang ingin menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
"Dan
orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi
penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruh kepada yang ma'ruf dan
mencegah dari yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat
kepada Allah dan Rasul-Nya .Mereka akan diberi rahmat oleh Allah dan
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (TQS At Taubah:71)
Banyak
ayat yang menyuruh manusia untuk menyeru kebaikan. Ini artinya apa? Allah sudah
mengertahui jika akan banyak orang-orang jahat di bumi ini. Bahkan saat Allah
akan menciptakan manusia, malaikat melakukan protes.
“Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui
apa yang tidak kamu ketahui.” (TQS Albaqarah: 30)
Maka
kesimpulannya, tidak ada yang sia-sia. Semua ini adalah bianglala. Lalu? lalu
apa? Lalu berterimakasihlah. Yang cantik berterimakasihlah kepada yang kurang
cantik sebab takkan disebut cantik jika semua cantik. Yang pintar
berterimakasihlah kepada yang kurang pintar,lagi dan lagi kukatakan ini adalah
bianglala, sebab takkan ada guru jika tak ada murid. Yang kaya
berterimakasihlah kepada yang miskin, maka kau yang diberi materi berlebihan,
berbagilah. Yang baik berterimakasihlah kepada yang belum baik, maka ajaklah
kepada kebaikan, akan menjadi pahala untukmu juga untuknya. Semua ini adalah
bianglala. Tapi siapakah yang paling baik, yang paling disukai Allah?
"Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
perempuan, dan Kami jadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, supaya kamu
mengenal satu sama lain. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah
yang paling bertaqwa”. (QS. Al-Hujurat ayat 13)
Ternyata
dari semua warna yang ada, yang paling baik adalah yang bertakwa. Apa itu
takwa? Aku percaya kita semua sudah mengerti.
Wallahu
a’lam bi showab
keren
BalasHapus