SELAMAT DATANG,KAWAN
SELAMILAH JEJAKKU DI SINI

Selasa, 25 September 2012

Bianglala



            Bismillah…
Duhai jiwa yang lembut hatinya, tatkala mendengar rintih dan tangis dari sosok miskin yang telantar, jiwamu gelisah hatimu menjerit. Tatkala melihat televisi tentang berita besarnya perut dari orang-orang yang tubuhnya kurus kering atau ilmu kesehatan menamainya busung lapar, kamu menitikkan airmata. Tatkala seorang ibu kandung dengan sadar membunuh anaknya sendiri karena tak sanggup memberi makan, kamu menahan sesaknya dada. Bertanya dan bertanya. Kamu protes pada siapa saja. Kamu salahkan pengusa. Kamu caci maki mereka yang membiarkan semua itu terjadi. Beruntunglah duhai jiwa yang lembut hatinya. Karena sesungguhnya setiap airmatamu dicatat malaikat dan akan segera dibawa ke langit menuju Arsy-Nya . Airmatamu menggetarkan langit dan bumi. Sungguh, aku ingin seperti hatimu yang begitu- lembut.

Lalu kenapa pemilik semesta ini membiarkan mereka yang setiap harinya berderai airmata, yang setiap harinya harus berpura-pura menanakkan batu untuk dimakan, yang semuanya sia-sia, yang mereka harus pasrah dalam ketidakberdayaan. Inilah yang dinamai bianglala. Kau tahu bianglala? Bianglala itu nampak indah karena warnanya yang banyak. Jika warnanya cuma satu, tentu tak akan dinamai bianglala. Ya, itu rahasia langit yang akan kita ungkap. Ternyata, semesta sengaja menciptakan segalanya dengan dua sisi, dua jalan. Ada hitam ada putih. Ada siang ada malam. Ada bulan ada matahari. Ada tangis ada tawa. Ada kaya ada miskin.Karena itu pula ada surga ada neraka. Jika tidak ada yang miskin, maka siapakah yang akan disebut kaya. Jika semuanya baik, maka masih bisakah disebut baik. Ada orang baik karena ada orang jahat. Ada yang cantik karena ada yang tidak cantik. Begitulah, semua sudah diaturNya.

Karena itu Tuhan kita Allah swt, menyuruh kita untuk selalu berbagi. Yang kuat membantu yang lemah, yang kaya berbagi pada yang miskin. Allah menyuruh kita untuk berbagi. Bahkan sia-sia mereka yang sholat tanpa berbagi. Mereka disebut orang yang mendustakan agama jika hanya menumpuk-numpuk pahala dan mengejar-ngejar surga hanya untuk diri sendiri. Allah membenci orang yang egois.

 “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna”. Al Maa’uun Ayat 1-7,

Duhai jiwa yang lembut hatinya, kamu pasti geleng-geleng kepala, saat melihat banyaknya kejahatan yang ada di muka bumi ini. Pemerkosaan, perampokan, penebangan hutan, korupsi, dan lain-lain, dan lain-lain. Lagi dan lagi kamu tiada henti protes. Kenapa? Kenapa kejahatan tak pernah berakhir. Ya, mungkin takkan pernah berakhir. Tapi bersyukurlah karena semua itu menjadi tambahan pahala untukmu yang ingin menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

"Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya .Mereka akan diberi rahmat oleh Allah dan sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (TQS At Taubah:71)

Banyak ayat yang menyuruh manusia untuk menyeru kebaikan. Ini artinya apa? Allah sudah mengertahui jika akan banyak orang-orang jahat di bumi ini. Bahkan saat Allah akan menciptakan manusia, malaikat melakukan protes.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (TQS Albaqarah: 30)

Maka kesimpulannya, tidak ada yang sia-sia. Semua ini adalah bianglala. Lalu? lalu apa? Lalu berterimakasihlah. Yang cantik berterimakasihlah kepada yang kurang cantik sebab takkan disebut cantik jika semua cantik. Yang pintar berterimakasihlah kepada yang kurang pintar,lagi dan lagi kukatakan ini adalah bianglala, sebab takkan ada guru jika tak ada murid. Yang kaya berterimakasihlah kepada yang miskin, maka kau yang diberi materi berlebihan, berbagilah. Yang baik berterimakasihlah kepada yang belum baik, maka ajaklah kepada kebaikan, akan menjadi pahala untukmu juga untuknya. Semua ini adalah bianglala. Tapi siapakah yang paling baik, yang paling disukai Allah?

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, supaya kamu mengenal satu sama lain. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa”. (QS. Al-Hujurat ayat 13)

Ternyata dari semua warna yang ada, yang paling baik adalah yang bertakwa. Apa itu takwa? Aku percaya kita semua sudah mengerti.

Wallahu a’lam bi showab

1 komentar: