SELAMAT DATANG,KAWAN
SELAMILAH JEJAKKU DI SINI

Selasa, 25 September 2012

Doing Not Waiting


wow, hebat, keren, kok bisa?

Kata-kata itu yang selalu keluar saat kita menyaksikan orang-orang yang kita sebut luar biasa. Ketika teman kita di sekolah mendapatkan prestasi dalam hal akademik, ketika teman kita selalu menjadi wakil sekolah dalam ajang lomba, kita akan bertanya kok bisa? apa bedanya kita dengan mereka?

Sesungguhnya, tidak ada yang beda. Sama-sama ciptaan Allah kan? sama-sama makan nasi?hehe. Lalu kenapa? Kenapa kita lebih banyak menjadi penonton daripada pemain. Lebih sering memberikan tepuk tangan kepada teman kita yang luar biasa itu. Kita takjub seolah-olah dia memang dilahirkan untuk seperti itu.

Cobalah tanyakan pada orang-orang yang luar biasa itu. Apa mereka hanya bersantai ria saja? Tentu saja tidak mungkin. Secerdas apa pun seorang pelajar jika dia tidak belajar dan terus mengulang, tidak akan mungkin bisa mendapatkan prestasi. Mungkin kita melihat teman kita santai-santai saja. Sebenarnya yang kita lihat dengan mata tidak salah, karena waktu kita lihat dia memang sedang santai, tapi waktu kita tidak bersamanya? Tidak mungkin seorang pemain bola selincah Lionel Messi hanya santai-santai saja. Ia berlatih dan terus berlatih hingga bola menjadi takluk ketika berada di kakinya.

Lalu bagaimana dengan kita?
Oke, Jika kamu cemburu bin iri kepada orang-oang yang luar biasa itu, artinya ada kesempatan untuk kamu seperti mereka. Tentu saja cemburu pada prestasi-prestasi yang baik, bukan prestasi seperti mencontek (eh emang mencontek itu prestasi ya?:)

Rasululah SAW bersabda,
"Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain."(HR. Muslim).

Jadi jelas, kita boleh iri pada mereka yang berharta dan membelanjakan harta itu di jalan Allah. Dan kita boleh iri pada mereka yang punya ilmu (prestasi).
Lalu untuk bisa seperti orang-orang yang luar biasa itu, how?
Jawabannya adalah Doing Not Waiting.
Meminjam lirik lagunya Zhivillia : Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku saat kuharus bersabar dan bersabar menantikan kehadiran dirimu.

Ya eyalah menunggu memang sangat menyebalkan. Karena itu jangan menunggu. Percuma kalau menunggu saja. Karena itu jangan menunggu. Tapi melakukan. Katakan ini dan catat:

Aku tidak menunggu harus hapal alqur’an dan hadits dulu baru berdakwah tapi yang kulakukan adalah terus belajar dan menyampaikan meski sedikit yang kudapatkan dari belajar.

Aku tidak menunggu nilai 100 tetapi yang kulakukan adalah belajar dan terus belajar, mengulang dan terus mengulang , bertanya jika ada mata pelajaran yang tidak megerti, diskusi dengan teman, dan sebagainya.

Aku tidak menunggu harus pandai bicara baru mau jika disuruh pidato. Tapi yang kulakukan adalah berani untuk berbicara di depan umum, apa pun yang terjadi. Karena waktu tak pernah menungguku. Kesempatan takkan datang untuk kedua kali. Kalau pun dia datang pasti bukan untukku lagi.

Dengan Doing aku akan menjadi orang-orang hebat seperti mereka. Sebab orang hebat tidak pernah menunggu tapi mereka melakukan. Aku bisa seperti mereka. Aku bisa.
Akhir tulisan ini saya tulis kembali puisi Kahlil Gibran dalam buku Sang Nabi. Puisi yang indah seindah prestasi-prestasi kita.

Kau bekerja, supaya langkahmu seiring irama bumi
Serta perjalanan roh jagad ini
Berpangku tangan menjadikanmu orang asing bagi musim
Serta keluar dari kehidupan itu sendiri
Yang menderap perkasa, megah dalam ketaatanNya
Menuju keabadian masa
(Kahlil Gibran)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar