Manusia adalah sebaik-baik makhluk. Lihatlah, bagaimana pemilik alam semesta memperlakukan manusia. saat pertama diciptakan, Allah memerintahkan pada seluruh makhluk untuk memberi penghormatan kepada Adam. Bagaimana mungkin cahaya tunduk pada tanah. Bagaimana mungkin tanah lebih mulia dari api. Maka, iblis menentang sang pencipta.
"Bagaimana mungkin? aku ini api, sedang dia tanah?"
"Aku lebih tahu, sedang kamu tidak tahu. Ikutilah Aku."
Iblis tidak mau peduli. Dia tidak ingin sujud pada Adam. Bukan hanya iblis yang bertanya, malaikat pun bertanya.Maka Allah bertanya pada adam tentang nama-nama. Takjub, Adam menyebutkannya dengan fasih. Iblis tetap tidak ingin mengakui keunggulan adam. Iblis tidak menerima apa yang dituliskan Allah.Maka, Allah menghukum iblis. Neraka itu luas, dan akan diperuntukkan untuk iblis dan yang serupa dengan iblis.
"Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat. pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan aku pasti menyesatkan mereka semuanya-Al-Hijr:39)
Sejak saat itulah permusuhan terjadi, dendam berkepanjangan. Sepanjang hidup masih ada, permusuhan antara iblis dan manusia akan terus berjalan. Tidak ada perdamaiaan. Tidak akan pernah ada.
Manusia adalah sebaik-baik makhluk. Kenapa? Coba perhatikan burung, sejak zaman nol hingga zaman sekarang, rumah yang dibuat, tidak pernah berubah, seperti itu-itu saja. Coba perhatikan rumah manusia, dengan segala corak dan arsitek, rumah manusia semakin mendekati akhir zaman semakin mempesona. Manusia disebut sebaik-baik mahluk karena manusia diberikan pikiran, cinta, dan hati.
Iqro'. Sang Maha menyeru manusia untuk membaca. Bacalah, bacalah wahai manusia. Bacalah. Apa yang harus kami baca. Kamu telah diberikan akal, bacalah kehidupan ini. Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu yang menciptakan(Al-alaq).
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal-Ali-Imran:190)"
Lihatlah, perhatikan. Bagaimana Allah memuliakan orang-orang yang ingin menggunakan akalnya. Allah mencintai orang-orang yang berpikir.
Mari, kita ulang kisah Ibrahim.
Ibrahim adalah nabi yang sangat menggunakan akalnya. Manusia pencari Tuhan, yang banyak bertanya. Siapa itu Tuhan? Tatkala malam menjelma, Ibrahim menyaksikan purnama? Apakah itu Tuhan? Tapi tanya itu terpupus tatkala bulan digantikan mentari. Ah, Tuhan tidak mungkin hilang. Lalu ketika datang mentari, Ibrahim bertanya lagi. Apakah itu Tuhan? Sungguh cahayanya menyilaukan, menghangatkan pagi. Apakah itu Tuhan. Namun tanya itu kembali pupus tatkala senja hilang dalam peraduannya. Tuhan tidak mungkin hilang. Tuhan tidak mungkin timbul tenggelam. Bertanya dan terus mencari. Hingga Ibrahim mendapatkan petunjuk yang sejati. Hingga api tak mampu membakar tubuhnya. Hingga Ibrahim mulia sebagai bapak para nabi.
Lalu, apakah kita tak ingin seperti Ibrahim?
Bertanya dan bertanya?
Mungkin kita tak harus mencari Tuhan. Sebab kita telah terlahir dari rahim ibu yang sewaktu kita dalam selendangnya, ibu selalu menyanyikan lagu "La Ila Ha ilallah". sebab kita telah tumbuh dari jerit keringat ayah yang sejak kita lahir telah menghapus airmata kita dengan suara adzannya. Lalu apa yang harus kita tanyakan? Apa yang harus kita pikirkan?
Berpikirlah. Berpikirlah tentang segalanya. Jika kau remaja atau seorang 'pencinta', berpikirlah,apakah pacaran itu dibolehkan Allah. Apakah harus bergandengan tangan, menyentuh jemari kekasihmu atau mengusap pipinya dengan kelembutan yang kau menamainya cinta. padahal, dia bukanlah siapa-siapa. Bukan istri, bukan suami, dia itu orang lain, yang kapan saja bisa pergi meninggalkan hati lalu kita menangis. Haruskah kita menceritakan semuanya pada dia yang tak halal, tentang apa saja yang kita lakukan. Haruskah menyuruhnya makan, menyuruhnya untuk tidak terlalu lelah, sms setiap waktu, menelponnya hingga telinga panas. Hei, sudahkah kau lakukan itu pada ibumu. Sudahkah kau buatkan secangkir teh manis untuk ayahmu sebelum ia bekerja?
Berpikirlah. Berpikirlah tentang segalanya.
Jika kau sedang sekolah. Jika kau sedang kuliah. Berpikirlah ! Haruskah melakukan segala cara untuk mendapatkan nilai yang besar. Haruskah berbohong demi ambisi yang mungkin sekedar untuk mendapatkan pujian, mendapatkan penghargaan. Hei, lebih berartikan nilai 100 dibandingkan neraka?
Kau membenci korupsi tapi tanpa kau sadari, kau telah belajar untuk seperti mereka para koruptor.
Berpikirlah. Berpikirlah tentang segalanya.
Jika kau seorang perempuan tersenyumlah. Sebab Allah terlalu sayang padamu duhai mahluk cantik. Maka berpikirlah, kenapa Allah menyuruhmu untuk hanya menampakkan muka dan telapak tangan saja. Apakah Allah kejam? Tidak bukan? Allah begitu perhatian padamu duhai mahluk cantik. Allah ingin melindungimu dari tangan-tangan lelaki yang di jiwanya dipenuhi nafsu syetan. Allah ingin melihatmu bukan hanya cantik tapi juga anggun. Yang hargamu begitu mahal hingga tak ada satu mata uang pun yang dapat membelimu. Tidak ada intan seindahmu, tak ada mutiara secantikmu. Maka, berpikirlah, tutuplah auratmu. Allah sayang dan peduli padamu tapi kenapa kau sendiri tidak pernah mau peduli padamu.
Berpikirlah. Berpikirlah tentang segalanya.
Jika kau seorang laki-laki.Berpikirlah kenapa Allah menyuruhmu menundukkan pandangan. Kenapa? Bukankah kau punya ibu? Barangkali juga kau punya saudara perempuan. Bagaimana perasaanmu jika ibumu diganggu. Bagaimana perasaanmu jika saudara perempuanmu menangis meminta pertanggungjawaban pada lelaki yang telah hilang sejak 'peristiwa' itu. Kau akan marah bukan? Maka berpikirlah. Berhentilah mengganggu perempuan-perempuan yang sesungguhnya mereka teramat lemah untuk tidak tergoda pada kepandaianmu memperlakukannya. Kepadandaianmu dalam merayu hingga apapun akan diberikan perempuan. Tidak. Kumohon, jangan lakukan. Ingat! Ingat ibumu. Ingat saudara perempuanmu. Berpikirlah duhai lelaki yang akan dinaungi kesejukan saat mataharai sepenggal di kelapamu. Sebab kau telah mampu menahan godaan yang bernama perempuan. Itu janji langit. Percayalah.
Berpikirlah. Berpikirlah tentang segalanya.
Jika kau suka menonton berita di televisi. Berpikirlah kenapa tidak ada berita yang indah. Kenapa negeri ini penuh dengan airmata dan ketidakadilan. Berpikirlah kenapa banyak anak-anak telantar yang tidak dipelihara negara,Berpikirlah kenapa masih banyak sekolah seperti kandang sapi. Berpikirlah, kenapa negeri kaya negeri karya ini harus bersimbab luka. Berpikirlah, sampai kapan bangsa ini seperti ini.
Berpikirlah. Berpikirlah tentang segalanya.
....................................
Silahkan titik-titiknya diisi sendiri ya:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar