SELAMAT DATANG,KAWAN
SELAMILAH JEJAKKU DI SINI

Rabu, 02 Januari 2013

DAKWAH MENGUBAH HIDUPMU


             Siapa yang tidak mengenal Umar bin Khattab. Seorang Khalifah yang sangat memikirkan keadaan rakyatnya. Beliau menangis saat tahu ada rakyatnya yang kelaparan. Beliau sangat takut jika seekor unta terseok dalam lubang karena jalan yang tidak bagus. Dan masih banyak cerita-cerita yang mengisahkan betapa mulianya Beliau di mata Islam. Beliau layak menjadi kekasih Allah. Namun tahukah siapa Umar bin Khattab sebelum mengenal Islam. Sebelum Beliau mewakafkan dirinya untuk tegaknya agama Allah. Beliau bukan siapa-siapa dan sangat tidak berarti apa-apa, bahkan  mungkin sangat dibenci oleh orang-orang yang mengenal Beliau karena banyaknya maksiat yang Beliau lakukan seperti minum-minuman keras dan lain-lain. Islam dan dakwahlah yang membuat Umar bin Khatab menjadi ‘Singa’ dalam Islam.

            Lalu contoh lain di zaman ini misalnya Ustad Felix Siauw. Saya percaya sebagian dari kita mengenal Islamic Inspirator ini. Siapa Beliau? Beliau juga bukan siapa-siapa dan tak berarti apa-apa. Ada atau tidak adanya di dunia akan sama saja. Namun itu dulu sebelum Beliau mengenal Islam dan berkomitmen untuk total dalam berdakwah menyerukan Islam kepada umat. Ketika dijelaskan bahwa Islam sedang dikucilkan, Islam saat ini terpinggir di sudut-sudut zaman, Islam membutuhkan pedang-pedang Allah. Maka tak ada jalan lain selain dengan dakwah. Dan Beliau pun menjual dirinya untuk Islam. Semoga dibeli oleh Allah dengan surga firdaus-Nya. Aamiin.

            Komitmen untuk berdakwah mengubah hidup seseorang. Memang awalnya akan banyak cacian dan ejekan. Berubah itu butuh pengorbanan.  Apalagi dulu kita dikenal sangat jauh dari Islam. Contohnya lagi dari Ustad Felix. Beliau adalah non muslim. Lalu masuk Islam dan berani menyampaikan Islam di depan khalayak. Banyak suara-suara sumbang yang keluar. Misalnya “Ah muallaf aja belagu. Baru juga masuk Islam udah ngaku-ngaku Ustad. Sok paling benar, baca alqur’an saja tajwidnya kemana-mana.”

            Dakwah mengubah hidupmu. Mereka bilang “Baca alqur’an saja belum lurus, udah berani-berani menyampaikan Islam”. Pendakwah hebat tersenyum dan berterimakasih atas kritikan itu. Sepahit-pahit kritik semoga menjadi obat. Pendakwah hebat menjawab kritik itu dengan terus memperbaiki bacaan alqur’an bahkan menghapalnya.

Dakwah mengubah hidupmu. Mereka bilang “Kamu itu jangan sok. Bahasa arab saja tidak bisa”.  Pendakwah hebat tersenyum dan berterimakasih atas kritikan itu. Sepahit-pahit kritik semoga menjadi obat. Pendakwah hebat menjawab kritik itu dengan cara bertekad harus bisa bahasa arab dan tentu saja ia semangat untuk mempelajari bahasa arab. Mencari guru bahasa arab. Belajar.

            Dakwah adalah cinta. Dan jika seseorang telah jatuh cinta pada sesuatu, maka ia akan melakukan apapun untuk yang ia cintai. Seorang Ayah karena cinta kepada anak dan istrinya rela banting tulang, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki untuk dapat membahagiakan anak dan istrinya. Seorang Ibu akan mengorbankan nyawanya untuk melahirkan buah hati harapan jiwa. Akan melakukan apapun agar anaknya tumbuh menjadi anak yang diinginkan. Begitu pun dengan dakwah karena cinta pada Islam, rindu Islam kembali seperti pada masa keemasan-Nya, merindukan pemimpin seperti Umar bin Khattab yang hanya akan menjadi ketika ketika system yang diterapkan adalah Sistem Islam. Karena cinta itulah, pengemban dakwah akan terus meningkatkan kualitas dirinya baik nafsiyah maupun aqliyah. 


            Dakwah mengubah hidupmu. Tidak mungkin seorang pengemban dakwah berani menyampaikan haramnya pacaran, jika ia sendiri pacaran. Tidak mungkin akan menyampaikan tentang hijab yang benar (misal pendakwah muslimah), jika ia sendiri tidak menutup aurat sesuai dengan yang diperintahkan Allah dan Rasul. Tidak mungkin dengan berani seorang pengemban dakwah mengatakan bahwa riba itu haram,  jika seorang pengemban dakwah itu adalah pelaku riba. 

            Mungkin banyak yang kita temui, seorang mahasiswa jurusan Syariah tapi pacaran. Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam tapi pacaran. Apa yang membuat mereka seperti itu? Jawabannya karena mereka tidak berdakwah. Hanya belajar tapi tidak diamalkan dan disebarkan. Itu baru namanya NATO (Not Action Tack Only). Hanya teori. Praktek dakwahnya mana bro? Padahal Suri tauladan manusia, Muhammad SAW bersabda:

Apabila seorang manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yakni: shaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih (HR Muslim dan Abu Dawud)

Ilmu akan bermanfaat jika didakwahkan. Tak patutlah orang mencaci pengemban dakwah yang belum fasih bahasa arab atau belum banyak hapal alqur’an. Karena apa? Karena mereka berani dan mau menerima perintah dari Allah tentang berdakwah. Seharusnya menjadi cambuk bagi yang hapal alqur’an tapi tidak digunakan untuk berdakwah. 

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau Allah akan menurunkan hukuman dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkan doa kalian (HR Tirmidzi)
           
            So,, Jika hidupmu akan lebih hidup, BER-DAK-WAH-LAH !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar